Beranda | Artikel
Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur - Bagian ke-2 - Aqidah Prioritas Utama (Ustadz Arman Amri, Lc.)
Selasa, 28 April 2015

Bersama Pemateri :
Ustadz Arman Amri

Ceramah agama Islam disampaikan oleh: Ustadz Arman Amri, Lc.

Ringkasan Ceramah: “Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur (Bagian ke-2)”

Di antara penyimpangan-penyimpangan yang sering kali masih dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang terkait dengan permasalah kubur adalah sebagai berikut:

1. Mentalqinkan mayit di sisi kuburnya, hal ini biasa dengan tujuan mengajarkan beberapa jawaban kepada si mayit agar nantinya si mayit bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Hal yang disunnahkan adalah mentalqin seseorang ketika menghadapi sakaratul maut dengan kalimat “laa ilaaha illallah“, bukan mentalqinkan setelah seseorang sudah berada di dalam kuburnya.

Termasuk dalam hal ini adalah mengumandangkan adzan di atas kubur. Perlu diketahui bahwa, adzan adalah panggilan bagi orang-orang yang masih hidup agar mereka shalat dan hal itu dilakukan di masjid-masjid, bukan di kuburan.

2. Berbaris di atas kubur kemudian menyalami keluarga yang tertimpa musibah. Padahal yang disunnahkan adalah masing-masing mendo’akan si mayit agar diampuni dosa-dosanya dan dimudahkan untuk bisa menjawab pertanyaan Malaikat.

3. Dengan sengaja menginjak-injak atau duduk-duduk di atas kuburan, atau bahkan ada yang buang air di kuburan, maka semua ini dilarang di dalam Islam.

4. Membangun bangunan di atas kuburan, termasuk di dalamnya adalah meninggikan kuburan melebihi yang sejengkal. Kita juga dilarang untuk menuliskan sesuatu di atas kuburan.

5. Menulis sesuatu tulisan di atas kuburan, baik itu tulisan tentang nama si mayit, tanggal lahir dan tanggal wafat si mayit di batu nisannya.

6. Membaca Al-Qur’an di atas kuburan, hal ini termasuk penyimpangan karena kuburan bukan tempat membaca Al-Qur’an atau ibadah yang lainnya. Kita dianjurkan membaca Al-Qur’an di Masjid, rumah, atau di tempat-tempat yang lainnya selain kuburan.

7. Mengkhususkan berziarah kubur pada hari raya, padahal asalanya ziarah kubur itu diperbolehkan kapan saja tentunya dengan tujuan agar kita semakin mengingat kematian. Ketika ziarah kubur hanya dikhususkan ketika menjelang hari raya, maka itu tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

8. Membangun masjid atau tempat ibadah di atas kubur, padahal hal ini merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nashrani. Maka kaum muslimin tidak boleh mengikutinya.

Bagaimana penjelasan selengkapnya dari pembahasan tentang “Penyimpangan-Penyimpangan seputar Kubur” ini? Silakan download dan dengarkan kajiannya sekarang juga. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Al-Aqidah Awwalan Lau Kanu Ya’lamun

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal kebaikan.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/13246-penyimpangan-penyimpangan-seputar-kubur-bagian-ke-2-aqidah-prioritas-utama-ustadz-arman-amri-lc/